• MAN 1 TEGAL
  • SEKOLAH "TRI IN ONE"

Peringati HUT PGRI ke-76 dan Hari Guru Nasional, MAN 1 Tegal Adakan Upacara

(Babakan) - Pagi yang cerah diselimuti awan yang indah dan udara sejuk, ada pemandangan berbeda pada pelaksanaan Upacara di MAN 1 Tegal dalam rangka memperingati HUT Ke-76 Hari Guru Nasional dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang bertepatan Kamis (25/11) yang digelar di Indoor madrasah.
Suasana berlangsung begitu khidmat dan tertib yang diikuti seluruh siswa,tenaga pendidik dan kependidikan MAN 1 Tegal. Menariknya, jika biasanya saat upacara bendera yang bertugas adalah siswa namun kali ini justru dari kalangan guru yang bertugas dan Pembina Apel Lintas Bendera kali ini langsung dipimpin oleh Kepala MAN 1 Tegal yaitu Hj. Nurhayati.


Upacara HUT PGRI kali ini sedikit berbeda. Dalm upacara kali ini terdapat beberapa tambahan yang memang sengaja dimasukkan untuk menambah kekhidmatan Upacara HUT PGRI ini. Diantaranya adalah dibacakan puisi oleh Ibu Siti Zaenab. Kemudian penyerahan penghargaan Guru Berprestasi dan Teladan yaitu Bapak Kusmirin. Begitu juga untuk paduan suara juga ada penambahan lagu nasional yaitu Himne Guru, Syukur, dan Mars Madrasah.


Tidak sedikit dari peserta upacara yang meneteskan air matanya. Mereka secara tidak sadar terbawa suasana oleh lagu yang dibawakan. Pada saat Lagu Hymne guru mulai dinyanyikan tetes air mata mulai membasahi pipi peserta upacara. Mereka begitu terharu, "betapa besar perjuangan Bapak dan Ibi guru. Perjuangan mereka tiada henti-hentinya, secara tlaten mereka mendidik kami, memberikan ilmu kepada kami, tapi kenyataan yang kami berikan malah sebaliknya", ungkap salah satu siswa.


Dalam sambutannya Hj. Nurhayati membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi yang mengatakan bahwa guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa “makan”. Sejak pertama kali kami cetuskan, sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan. Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran. Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama. Gerakan ini tidak bisa dibendung atau diputarbalikkan, karena gerakan ini hidup dalam setiap insan guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.


Diakhir sambutannya Kepala Madrasah mengajak kita untuk menghormati dan menghargai jasa para guru, karena dibalik seseorang yang sukses, tidak lepas atas peran guru. “Apapun profesi seseorang saat ini, ada peran guru dibalik itu Selamat hari Guru, harinya orang-orang mulia yang menyiapkan generasi masa depan yang Iebih cemerlang,” ucap Hj. Nurhayati. (nuris)

 

 

Tulisan Lainnya
Di Serahkan Langsung Oleh Kakankemenag Kab. Tegal, MAN 1 Tegal Terima Penghargaan Sekolah Ramah Anak

(Slawi) – Bupati Tegal yang di wakili oleh Ka.Kankemenag Kab. Tegal, Drs. H. Sukarno, M.M, memberikan piagam penghargaan Sekolah Ramah Anak (SRA) kepada Madrasah Aliyah Negeri (MA

04/12/2021 09:31 - Oleh Tim Redaksi
Cegah Gratifikasi dan Korupsi, MAN 1 Tegal Sukseskan Program Sapa Bunda Cantik

SAPA BUNDA CANTIK… Satu Padu Bangun Budaya Pencegahan Gratifikasi dan Korupsi. Slogan MAN 1 Tegal dalam upaya mencegah adanya Gratifikasi dan Korupsi. Dalam rangka melaksanakan

04/12/2021 07:15 - Oleh Tim Redaksi
MAN 1 Tegal Luncurkan Layanan BOLET JINTUL

Dalam rangka upaya percepatan pembangunan ZI (Zona Integritas) menuju WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani), Madrasah Aliyah Negeri 1 Tegal be

02/12/2021 07:21 - Oleh Tim Redaksi